Share artikel ini


Dewan Asosiasi Sepak bola Internasional (IFAB) telah menerbitkan sebuah perubahan hukuman pada pertandingan untuk musim 2016-2017. Adapun perubahan yang paling menonjol adalah peringatan kartu merah bagi pelanggaran di dalam area penalti.

Sebelumnya, aturan yang juga disebut ‘triple-punishment’, membuat setiap pemain yang telah melakukan pelanggaran di kotak penalti untuk mencegah terjadinya gol, secara otomatis akan mendapat kartu merah. Namun dalam peraturan baru yang telah dibuat, pelanggaran tersebut akan diberikan keringanan.

Contohnya, jika seorang kiper tidak senagaja melakukan pelanggaran pada pemain lawan yang hendak mencetak gol di dalam kotak penalti, dia tidak otomatis langsung  mendapat kartu merah, melainkan hanya kartu kuning.
Sementara untuk pelanggaran lainya seperti memegang, menarik atau mendorong pemain lawan yang dilakukan secara sengaja, akan tetap mendapat kartu merah. Sama halnya dengan melakukan pelanggaran serius, melakukan kekerasan atau handball yang disengaja.

fifa-1

Pada peraturan baru ini, kekuatan wasit dalam suatu permainan juga akan diperbesar, termasuk memberikan kartu merah kepada pemain sebelum melakukan kick-off jika mereka mendapati pelanggaran dalam pemeriksaan sebelu pertandingan berlangsung.

Selain itu, bola akan dapat bergerak ke segala arah saat kick-off, tidak lagi harus bergerak maju ke depan. Pemain yang terluka karena pelanggaran keras, juga diperbolehkan untuk mendapat pengobatan di dalam lapangan tanpa harus dibawa ke dari luar lapangan.

Menurut berita yang dilansir dari media SkySports, Selasa (10/5), peraturan baru ini akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Juni mendatang. Namun sudah ada tiga belas negara yang telah menyatakan minatnya untuk dapat menguji coba peraturan baru ini sebelum diresmikan, termasuk Inggris dan Skotlandia.